Toko Roti Legendaris hingga Tren Diet Alkitab Jadi Sorotan Pecinta Kuliner
Dari Bakery Klasik Puluhan Tahun hingga Kuliner Daging Asap Viral di Jakarta Timur
Kuliner legendaris dan tren gaya hidup sehat kembali menjadi perhatian masyarakat. Mulai dari toko roti tua yang masih mempertahankan resep klasik hingga pola makan terinspirasi Alkitab, berbagai topik makanan menarik minat pembaca dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga “Ahli Gizi Ingatkan Risiko Diet Ekstrem bagi Tubuh Usia 40 Tahun Ke Atas“
Di tengah menjamurnya bakery modern dan makanan viral, sejumlah toko roti lawas di Indonesia tetap mampu mempertahankan eksistensinya. Resep turun-temurun, rasa khas, dan nuansa klasik menjadi alasan utama pelanggan tetap setia datang hingga sekarang.
Salah satu yang paling terkenal adalah Toko Roti Ganep yang telah berdiri sejak 1881 di Solo. Toko roti ini dikenal melalui produk roti kecik berbahan ketan dan kayu manis yang menjadi ciri khasnya selama puluhan tahun.
Selain Ganep, ada pula Toko Roti Go yang mulai beroperasi sejak 1898. Bakery tersebut masih mempertahankan konsep toko roti klasik dengan produk roti jadul yang digemari berbagai generasi.
Nama lain yang juga legendaris adalah Tan Ek Tjoan. Bakery yang berdiri sejak awal 1920-an ini terkenal lewat roti gambang, roti nougat, hingga roti srikaya yang masih diproduksi menggunakan resep lama.
Di Semarang, Toko Oen tetap menjadi destinasi favorit pencinta kuliner klasik. Tempat ini tidak hanya dikenal sebagai toko roti, tetapi juga restoran dengan nuansa kolonial yang masih dipertahankan.
Sementara di Bandung, Sumber Hidangan masih ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati roti dan es krim klasik bergaya Belanda.
Kota Solo juga memiliki Orion Bakery yang terkenal dengan aneka roti tradisional dan kue klasik. Toko-toko tersebut menjadi bukti bahwa kuliner lawas tetap memiliki tempat di tengah perkembangan tren makanan modern.
Selain kuliner klasik, tren gaya hidup sehat juga ikut menarik perhatian publik. Belakangan, muncul pola makan bernama biblical eating atau biblical diet yang ramai diperbincangkan di media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Pola makan tersebut terinspirasi dari jenis makanan yang disebut dalam Bible atau Alkitab. Menu yang dikonsumsi umumnya terdiri dari ikan, buah-buahan, madu, biji-bijian, roti, hingga makanan alami yang minim proses pengolahan.
Tren biblical diet mulai populer setelah sejumlah kreator konten membagikan pengalaman mereka menjalani pola makan tersebut. Salah satu yang cukup dikenal adalah Kayla Bundy yang rutin membagikan resep dan gaya hidup berbasis biblical eating.
Sebagian pengikut tren ini percaya pola makan alami dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih sederhana dan seimbang. Konsep tersebut juga dinilai memiliki nilai spiritual bagi sebagian orang.
Selain itu, ahli gizi Kristen Abbie Stasior turut mengaitkan biblical diet dengan pola makan sehat modern. Menurutnya, pola konsumsi tersebut memiliki kemiripan dengan diet Mediterania yang fokus pada bahan makanan alami.
Biblical diet menekankan konsumsi sayuran, buah, minyak zaitun, biji-bijian, dan protein alami dalam porsi seimbang. Pola tersebut dinilai membantu menjaga kesehatan jantung dan metabolisme tubuh jika diterapkan secara tepat.
Di sisi lain, tren kuliner viral juga berkembang di kawasan Jakarta Timur. Salah satu yang ramai dibicarakan adalah tempat makan daging asap bernama KOBAR Daging Asap.
Tempat makan tersebut menawarkan menu daging sapi, ayam, hingga bebek asap dengan cita rasa smoky yang khas. Harga yang relatif terjangkau membuat tempat ini cepat populer di kalangan pencinta kuliner.
Keunikan utama KOBAR Daging Asap terletak pada teknik pengasapan tradisional yang memerlukan waktu cukup lama. Daging sapi diasap sekitar delapan hingga sepuluh jam agar aroma asap meresap sempurna ke dalam daging.
Sementara itu, ayam dan bebek diasap selama sekitar lima jam sebelum disajikan kepada pelanggan. Proses tersebut menghasilkan tekstur daging yang lembut dengan aroma asap yang kuat.
Pengelola juga menggunakan kayu rambutan sebagai bahan utama pengasapan. Kayu tersebut memberikan aroma khas dengan sedikit sentuhan rasa asam yang membedakan menu mereka dari daging asap pada umumnya.
Harga menu di tempat ini mulai dari Rp30 ribuan hingga sekitar Rp68 ribu tergantung jenis daging dan porsinya. Kombinasi rasa khas dan harga terjangkau membuat tempat makan ini cepat viral di media sosial.
Fenomena toko roti legendaris, tren biblical diet, hingga kuliner daging asap menunjukkan perubahan minat masyarakat terhadap makanan. Sebagian orang mulai kembali mencari pengalaman kuliner autentik, sementara lainnya tertarik pada pola makan sehat dan alami.
Perkembangan media sosial juga membuat tren makanan lebih cepat menyebar dan menarik perhatian publik. Kuliner kini tidak hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman, cerita sejarah, hingga gaya hidup yang menyertainya.
Di tengah banyaknya makanan modern dan viral, kuliner klasik dan konsep makan sehat tetap memiliki penggemar tersendiri. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin beragam dalam menentukan pilihan makanan sesuai kebutuhan dan gaya hidup masing-masing.
Baca Juga “Bukan Diet Ketat! Ini 7 Cara Simpel Wanita yang Berhasil Turun 45 Kg“