Alison Hammond Turun 69 Kg dengan Diet Tanpa Ekstrem

Alison Hammond

Alison Hammond Turun 69 Kilogram dengan Pola Diet Seimbang Tanpa Larangan Ketat

Alison Hammond membagikan pengalaman transformasi berat badannya setelah berhasil menurunkan sekitar 69 kilogram. Presenter program This Morning itu mengaku perubahan tubuhnya bukan berasal dari diet ekstrem, melainkan perubahan pola pikir terhadap makanan dan gaya hidup yang lebih seimbang.

Baca Juga “Generasi Muda Pilih Hidup Sehat tanpa Diet

Dalam wawancara yang dikutip dari Women’s Health pada April 2026, Alison mengatakan dirinya pernah memiliki berat badan sekitar 190 kilogram. Kondisi tersebut mulai menjadi perhatian serius setelah ia didiagnosis pradiabetes.

Diagnosis itu menjadi titik balik yang membuat Alison mulai mengevaluasi pola makan dan kebiasaan sehari-harinya. Ia memutuskan mengurangi konsumsi gula dan makanan tinggi lemak tanpa menerapkan aturan diet yang terlalu ketat.

Alison Hammond Fokus Mengubah Hubungan dengan Makanan

Alison mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam proses penurunan berat badan bukan olahraga, melainkan kebiasaan makan yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun.

Ia mengaku sudah rutin berlatih dengan personal trainer selama lima tahun, termasuk ketika berat badannya masih sangat tinggi. Namun, hasil signifikan baru terlihat ketika ia mulai mengubah cara pandangnya terhadap makanan.

“Saya punya pola pikir kekanak-kanakan soal makanan, terutama makanan manis seperti toffee,” ujar Alison kepada Radio Times.

Kini, ia tetap menikmati makanan favoritnya, tetapi dalam jumlah yang jauh lebih terkontrol. Alison memilih pendekatan realistis dibanding melarang diri sendiri secara total.

“Saya tidak melarang diri makan apa pun. Saya tetap makan semuanya, tapi secukupnya,” katanya.

Pendekatan tersebut membuat Alison merasa lebih nyaman menjalani proses penurunan berat badan tanpa tekanan berlebihan.

Mengurangi Gula Jadi Langkah Penting dalam Diet

Salah satu perubahan terbesar yang dilakukan Alison adalah mengurangi konsumsi gula harian. Ia mulai membatasi camilan manis dan memperhatikan kandungan gula tersembunyi dalam makanan sehari-hari.

Ahli nutrisi sekaligus penulis The Nozempic Diet, Kim Pearson, menjelaskan bahwa konsumsi gula berlebih memang dapat memperlambat proses penurunan lemak tubuh.

Menurut Pearson, tubuh cenderung menggunakan gula sebagai sumber energi utama sebelum membakar cadangan lemak. Karena itu, mengurangi asupan gula dapat membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil dan mengontrol nafsu makan.

“Semakin sering seseorang makan camilan manis, proses penurunan berat badan biasanya akan lebih lambat,” jelas Pearson.

Ia juga mengingatkan bahwa gula tidak hanya terdapat pada makanan penutup seperti kue atau permen. Banyak produk sehari-hari seperti saus, sereal, minuman kemasan, dan snack sehat juga mengandung gula tambahan.

Diet Ketat Dinilai Sulit Bertahan dalam Jangka Panjang

Kim Pearson menilai salah satu kesalahan terbesar dalam program diet adalah menerapkan aturan terlalu ketat hingga membuat seseorang merasa tersiksa.

Menurutnya, pola makan sehat harus tetap memberikan ruang untuk menikmati makanan favorit agar lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

“Penting untuk tidak merasa dibatasi saat menjalani penurunan berat badan,” ujar Pearson.

Ia menyarankan pola makan dibangun dari kombinasi protein, sayuran tinggi serat, dan lemak sehat agar tubuh merasa kenyang lebih lama. Selain itu, jadwal makan yang teratur juga membantu menjaga energi dan mencegah makan berlebihan.

Pearson juga menyarankan seseorang membuat catatan makanan selama satu hingga dua minggu untuk mengetahui kebiasaan makan secara lebih objektif.

Langkah sederhana tersebut dinilai efektif membantu orang lebih sadar terhadap frekuensi konsumsi camilan manis atau makanan tinggi kalori.

Pradiabetes Jadi Peringatan Penting bagi Alison

Riwayat kesehatan keluarga juga memengaruhi keputusan Alison untuk menjalani perubahan gaya hidup. Ia mengatakan ibunya memiliki diabetes tipe 2, sehingga diagnosis pradiabetes menjadi alarm serius bagi kesehatannya.

“Saya berpikir sudah waktunya bersikap dewasa soal kesehatan,” kata Alison.

Karena alasan itu, ia memilih fokus membangun kebiasaan sehat yang bisa dijalani secara konsisten dibanding mencari hasil instan.

Alison juga menegaskan dirinya tidak menggunakan suntikan penurun berat badan dalam proses transformasinya. Meski menghormati pilihan orang lain, ia merasa pendekatan alami lebih sesuai untuk dirinya.

Ia memilih mengandalkan perubahan pola makan, olahraga rutin, dan pengelolaan gaya hidup agar hasilnya lebih stabil dalam jangka panjang.

Perubahan Kecil dan Konsisten Dinilai Lebih Efektif

Kisah Alison Hammond menunjukkan bahwa penurunan berat badan tidak selalu harus dimulai dari aturan ekstrem atau larangan total terhadap makanan tertentu.

Pakar kesehatan menyebut perubahan kecil namun konsisten sering kali lebih efektif dibanding diet ketat yang sulit dipertahankan. Pendekatan realistis juga membantu seseorang membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan.

Selain menurunkan berat badan, pola hidup seimbang dapat membantu menjaga kesehatan metabolik, meningkatkan energi, dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2.

Kini, Alison merasa lebih sehat dan nyaman menjalani aktivitas sehari-hari. Transformasinya juga menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin memperbaiki kesehatan tanpa harus menjalani diet berlebihan.

Bagi Alison, kunci utama bukan sekadar angka di timbangan, melainkan kemampuan menjaga pola hidup sehat secara berkelanjutan.

Baca Juga “Pria Ini Turun 45 Kg dengan Aplikasi Diet AI, Ahli Ingatkan Jangan Asal Ikut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *