Cara Cegah Kenaikan Berat Badan Jelang Menopause dengan Pola Hidup Sehat
Menjaga berat badan tetap ideal menjadi tantangan tersendiri bagi banyak perempuan yang memasuki masa perimenopause dan menopause. Perubahan hormon yang terjadi pada fase ini dapat memengaruhi metabolisme tubuh, kualitas tidur, hingga pengaturan rasa lapar, sehingga risiko kenaikan berat badan menjadi lebih tinggi.
Meski demikian, kenaikan berat badan saat menjelang menopause bukanlah kondisi yang tidak dapat dikendalikan. Dokter spesialis gizi klinik Maryam menjelaskan bahwa pola makan yang tepat, aktivitas fisik yang rutin, serta kualitas tidur yang baik menjadi tiga pilar utama untuk menjaga berat badan tetap stabil.
baca juga”Jamu dan Ratusan Zat Aktif yang Baik untuk Kesehatan“
Pola Makan Seimbang Menjadi Fondasi Utama Menjaga Berat Badan
Menurut Maryam, strategi apa pun untuk mengontrol berat badan tetap harus dimulai dari pola makan yang sehat. Tubuh membutuhkan asupan gizi seimbang yang terdiri atas karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Salah satu zat gizi yang perlu mendapatkan perhatian lebih adalah protein. Konsumsi protein yang cukup membantu menjaga massa otot, terutama saat memasuki usia lanjut ketika massa otot secara alami mulai berkurang.
Selain protein, asupan serat juga berperan penting dalam membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kesehatan sistem pencernaan. Konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta sumber protein berkualitas dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Aktivitas Fisik Rutin Membantu Menjaga Metabolisme Tubuh
Selain mengatur pola makan, perempuan menjelang menopause disarankan untuk tetap aktif bergerak setiap hari. Aktivitas fisik tidak harus berupa olahraga dengan intensitas tinggi atau mengikuti tren kebugaran tertentu.
Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, melakukan peregangan, naik turun tangga, atau latihan kekuatan ringan dapat membantu tubuh tetap aktif. Aktivitas tersebut berkontribusi dalam menjaga pembakaran energi, meningkatkan kekuatan otot, dan mendukung kesehatan secara menyeluruh.
Maryam juga menjelaskan bahwa seseorang yang pernah mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami kenaikan berat badan kembali. Hal tersebut berkaitan dengan adaptasi biologis tubuh yang memengaruhi rasa lapar dan kemampuan tubuh mempertahankan berat badan.
Karena itu, konsistensi menjalani pola makan sehat dan olahraga menjadi faktor penting dalam menjaga hasil penurunan berat badan dalam jangka panjang.
Kualitas Tidur Berpengaruh terhadap Berat Badan Saat Menopause
Tidur menjadi faktor yang sering kali terlupakan dalam pengelolaan berat badan. Padahal, kualitas tidur memiliki hubungan erat dengan keseimbangan hormon, metabolisme tubuh, dan proses pemeliharaan massa otot.
Maryam menekankan bahwa tidur berkualitas tidak selalu harus berlangsung selama delapan jam penuh. Tidur yang cukup dan memiliki siklus tidur yang baik tetap dapat memberikan manfaat bagi proses pemulihan tubuh.
Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis kebidanan dan kandungan Ni Komang Yeni Dhana Sari menjelaskan bahwa gangguan tidur umum terjadi pada perempuan yang memasuki masa perimenopause.
Penurunan hormon progesteron sejak usia sekitar 35 tahun dapat membuat sebagian perempuan lebih mudah terbangun di malam hari atau mengalami kualitas tidur yang menurun.
Menurut Yeni, tidur terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari fase transisi menuju tidur, tidur ringan, hingga tidur nyenyak. Seluruh fase tersebut memiliki peran penting bagi kesehatan tubuh, termasuk dalam pengaturan berat badan.
Apabila gangguan tidur mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, perempuan dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Evaluasi medis diperlukan untuk menentukan apakah diperlukan perubahan gaya hidup, terapi tertentu, atau penanganan yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing.
Konsistensi Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Menghadapi Masa Menopause
Mengelola berat badan menjelang menopause membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Tidak cukup hanya berfokus pada pengurangan kalori, tetapi juga memperhatikan keseimbangan nutrisi, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kesehatan hormonal.
Dengan menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten, perempuan dapat mengurangi risiko kenaikan berat badan serta menjaga kualitas hidup selama memasuki fase perimenopause dan menopause.
Ke depan, pemahaman mengenai perubahan tubuh saat menopause menjadi semakin penting. Edukasi yang tepat dan pendampingan tenaga kesehatan dapat membantu perempuan menjalani masa transisi ini dengan lebih nyaman, sehat, dan percaya diri.
baca juga”Pemulihan Penyandang Disabilitas Mental Dimulai dari Keluarga“