Cara Menjaga Berat Badan agar Tak Naik Usai Diet
Menurunkan berat badan merupakan proses yang membutuhkan konsistensi. Namun, mempertahankan hasil setelah diet sering kali menjadi tantangan berikutnya. Perubahan pola makan, aktivitas, tidur, dan respons alami tubuh dapat memengaruhi kemampuan seseorang menjaga berat badan.
Baca Juga “Diet Tak Harus Menyiksa, Ahli Gizi Sarankan Turunkan Berat Badan secara Bertahap“
Kondisi ketika berat badan kembali meningkat setelah berhasil turun kerap disebut sebagai yoyo diet. Siklus tersebut dapat terjadi ketika seseorang kembali pada kebiasaan lama setelah mencapai target berat badan.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa tubuh memiliki mekanisme yang dapat membuat seseorang lebih mudah kembali ke berat badan sebelumnya. Salah satu faktor yang disebut adalah fat cell memory atau memori sel lemak.
“Memang paling susah itu ketika berat badan sudah turun dan bikin dia tetap stabil. Ditambah ada memori sel lemak (fat cell memory) yang membuat kita terus-terusan pengen makan lebih banyak dari sebelumnya,” kata dr Yaze.
Pertahankan Porsi Makan Setelah Berat Badan Turun
Salah satu kesalahan yang dapat terjadi setelah diet adalah menganggap target berat badan sebagai tanda untuk kembali ke pola makan sebelumnya. Padahal, kebiasaan yang mendukung penurunan berat badan perlu dipertahankan agar hasilnya lebih stabil.
Pengaturan porsi menjadi salah satu langkah penting. Seseorang tetap perlu menyesuaikan jumlah makanan dengan kebutuhan tubuh dan tidak menjadikan keberhasilan diet sebagai alasan untuk makan secara berlebihan.
Komposisi makanan juga perlu diperhatikan. Menu yang beragam dengan sumber protein, sayuran, buah, dan karbohidrat berkualitas dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung pola makan berkelanjutan.
Rutin Bergerak untuk Membantu Menjaga Berat Badan
Aktivitas fisik menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan berat badan. Olahraga secara rutin membantu meningkatkan pengeluaran energi dan menjaga kebugaran tubuh.
Jenis aktivitas tidak harus selalu berupa olahraga dengan intensitas tinggi. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, latihan kekuatan, atau aktivitas fisik lain dapat menjadi pilihan sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Konsistensi menjadi faktor penting. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur lebih mudah dijadikan kebiasaan dibandingkan olahraga berat yang hanya dilakukan sesekali.
Tidur Cukup Membantu Mengontrol Nafsu Makan
Kualitas tidur juga perlu mendapat perhatian setelah seseorang berhasil menurunkan berat badan. Kurang tidur dapat memengaruhi regulasi nafsu makan dan membuat seseorang lebih sulit mengendalikan keinginan makan.
Dr Yaze menyarankan waktu tidur sekitar enam hingga delapan jam setiap hari secara konsisten. Menurut dia, tidur yang terfragmentasi tidak memberikan manfaat pemulihan yang sama seperti tidur malam yang cukup dan berkualitas.
Karena itu, menjaga jadwal tidur dapat menjadi bagian dari strategi mempertahankan berat badan. Membatasi aktivitas yang mengganggu waktu tidur juga dapat membantu membangun rutinitas istirahat yang lebih baik.
Perbanyak Protein dan Serat dalam Menu Harian
Protein dan serat dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Keduanya dapat menjadi bagian dari strategi untuk mengendalikan rasa lapar dan mengurangi keinginan mengonsumsi makanan secara berlebihan.
Sumber protein dapat berasal dari ikan, telur, daging tanpa lemak, susu, tahu, tempe, atau kacang-kacangan. Sementara itu, serat dapat diperoleh dari sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan berbagai jenis kacang.
Menggabungkan kedua kelompok nutrisi tersebut dalam menu dapat membantu membuat makanan lebih mengenyangkan. Porsi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi dan kondisi masing-masing individu.
Kelola Stres agar Pola Makan Tetap Terkontrol
Stres juga dapat memengaruhi kebiasaan makan. Sebagian orang merespons tekanan emosional dengan meningkatkan konsumsi makanan, terutama makanan yang tinggi kalori, gula, atau lemak.
Kebiasaan tersebut dapat mengganggu upaya mempertahankan berat badan apabila berlangsung terus-menerus. Karena itu, manajemen stres perlu menjadi bagian dari perubahan gaya hidup setelah diet.
Aktivitas seperti olahraga ringan, tidur cukup, melakukan hobi, latihan relaksasi, atau berbicara dengan orang terpercaya dapat menjadi pilihan untuk mengelola stres. Jika stres terasa sulit dikendalikan, bantuan profesional dapat dipertimbangkan.
Konsistensi Menjadi Kunci Mempertahankan Berat Badan
Mempertahankan berat badan tidak hanya bergantung pada angka di timbangan. Perubahan pola makan, aktivitas fisik, tidur, dan pengelolaan stres perlu berjalan secara konsisten dalam jangka panjang.
Dr Yaze menekankan pentingnya menjaga porsi makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan manajemen stres setelah berat badan berhasil diturunkan.
“Selain aktivitas fisik dan menjaga porsi makan, manajemen stres dan jam tidur itu penting banget. Tidurnya minimal 6 sampai 8 jam sehari dan bukan yang putus-putus, supaya metabolisme tetap optimal dan berat badan bisa stabil,” ujar dr Yaze.
Dengan mempertahankan kebiasaan sehat secara bertahap, seseorang dapat mengurangi ketergantungan pada pola diet yang terlalu ketat. Pendekatan yang realistis dan berkelanjutan juga dapat membantu menjadikan pengelolaan berat badan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Baca Juga “Diet Ketat Seulgi Red Velvet, Pernah Hanya Minum Susu Kedelai untuk Turunkan Berat Badan“