Diet Anti Inflamasi Bantu Kendalikan Gejala Autoimun

Inflamasi

Diet Anti Inflamasi Dinilai Membantu Kendalikan Penyakit Autoimun

Pola makan berbasis anti inflamasi dinilai berperan penting dalam membantu mengendalikan gejala penyakit autoimun. Pola makan ini membantu menekan peradangan kronis yang sering muncul akibat gangguan sistem imun pada penderita autoimun.

Hal tersebut disampaikan Alma Maghfirotun Inayah, S.Gz., M.Biomed dari RSUD Karsa Husada Batu dalam dialog kesehatan RRI Surabaya bertema “Diet Anti Inflamasi untuk Autoimun”. Dalam pemaparannya, Alma menjelaskan bahwa pola makan sehat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup penderita autoimun.

Baca Juga “Bukan Diet Ketat, Peneliti Ungkap Jumlah Langkah Harian yang Bisa Cegah Berat Badan Naik Lagi

Penyakit Autoimun Terjadi Saat Sistem Imun Menyerang Tubuh Sendiri

Autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh gagal membedakan sel tubuh sendiri dengan zat asing. Akibatnya, sistem imun justru menyerang jaringan dan organ tubuh yang sehat sehingga memicu inflamasi berkepanjangan.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan jaringan hingga gangguan fungsi organ tertentu. Faktor pemicu autoimun juga beragam, mulai dari genetik, hormon, lingkungan, hingga gaya hidup yang tidak sehat.

Beberapa jenis penyakit autoimun yang umum ditemukan antara lain Rheumatoid Arthritis, Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Multiple Sclerosis, dan Diabetes Mellitus Tipe 1. Menurut Alma, pola makan tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan ultra proses dapat memperparah proses inflamasi dalam tubuh penderita autoimun.

Makanan Alami Kaya Antioksidan Bantu Kurangi Inflamasi

Diet anti inflamasi menekankan konsumsi makanan alami yang kaya antioksidan dan nutrisi penting. Pola makan ini umumnya mengutamakan buah-buahan, sayuran hijau, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, hingga ikan berlemak yang kaya omega-3.

Selain itu, makanan fermentasi dan rempah alami juga dinilai efektif membantu mengurangi peradangan. Kandungan antioksidan dalam bahan pangan alami dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat inflamasi kronis.

Sebaliknya, konsumsi makanan cepat saji, minuman tinggi gula, daging olahan, serta makanan ultra proses dianjurkan untuk dibatasi. Jenis makanan tersebut dapat meningkatkan respons inflamasi dan memperburuk kondisi autoimun jika dikonsumsi berlebihan.

Rempah dan Pangan Lokal Indonesia Punya Potensi Anti Inflamasi

Indonesia memiliki banyak bahan pangan lokal yang berpotensi menjadi sumber makanan anti inflamasi alami. Beberapa di antaranya ialah kunyit, jahe merah, temulawak, bawang putih, dan tempe.

Kunyit mengandung kurikumin, sedangkan jahe merah memiliki gingerol. Kedua senyawa aktif tersebut dikenal memiliki sifat antioksidan dan anti inflamasi yang membantu mengurangi proses peradangan dalam tubuh.

Bawang putih juga mengandung alicin yang mendukung daya tahan tubuh dan membantu melawan inflamasi. Selain rempah, ikan lokal seperti ikan kembung, sarden, dan ikan teri juga kaya omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan sistem imun.

Sayur dan Buah Lokal Mendukung Kesehatan Penderita Autoimun

Pola makan anti inflamasi juga mendorong konsumsi rutin sayuran hijau dan buah lokal. Bayam, kangkung, tomat, alpukat, hingga pepaya mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu menurunkan marker inflamasi dalam tubuh.

Konsumsi makanan alami secara konsisten dinilai mampu membantu menjaga keseimbangan sistem imun dan meningkatkan kualitas kesehatan penderita autoimun. Namun, pola makan sehat perlu dijalankan secara seimbang dan berkelanjutan.

Dalam dialog tersebut, Alma juga memberikan contoh menu harian berbasis pangan lokal anti inflamasi. Menu tersebut meliputi nasi merah, tumis bayam bawang putih, ikan berbumbu kunyit, serta minuman herbal empon-empon tanpa gula tambahan.

Pola Makan Sehat Perlu Diterapkan Secara Konsisten

Para ahli mengingatkan bahwa diet anti inflamasi bukan sekadar menghindari makanan tertentu. Pola makan ini harus diterapkan secara menyeluruh melalui pilihan makanan sehat, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, dan pengelolaan stres.

Masyarakat juga dianjurkan mulai mengurangi konsumsi gorengan, makanan tinggi gula, minuman bersoda, margarin, dan makanan cepat saji. Kebiasaan tersebut penting untuk membantu menurunkan risiko inflamasi kronis yang berkaitan dengan berbagai penyakit, termasuk autoimun.

Dengan penerapan pola makan sehat dan seimbang, penderita autoimun memiliki peluang lebih baik untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil dan meningkatkan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Baca Juga “Diet yang Gagal Tidak Selalu Sia-sia, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *