Dokter Ingatkan Minuman Diet Viral Tak Bisa Turunkan Berat Badan Secara Instan
Tren minuman diet kembali ramai di media sosial. Pengguna TikTok dan Instagram belakangan membagikan berbagai racikan yang diklaim dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat. Salah satu yang paling populer ialah olive oil lemon shot, campuran minyak zaitun dan air lemon yang diminum langsung pada pagi hari.
Banyak pengguna media sosial mengaku tubuh terasa lebih ringan setelah rutin mengonsumsi minuman tersebut. Sebagian lainnya menyebut ramuan itu mampu mengurangi rasa lapar dan menekan keinginan ngemil. Popularitas tren ini meningkat karena dianggap menjadi cara praktis untuk menurunkan berat badan tanpa perubahan pola hidup yang besar.
Baca Juga “Rahasia Diet Model Victoria’s Secret, Makanan Ini Wajib Dihindari“
Namun, para dokter dan ahli gizi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada klaim diet instan. Mereka menilai belum ada bukti ilmiah kuat yang membuktikan minuman viral tertentu mampu membakar lemak secara cepat dan signifikan.
Ahli Gizi Sebut Penurunan Berat Badan Tetap Butuh Proses
Ahli gizi masyarakat, Tan Shot Yen, mengatakan banyak orang tertarik mencoba tren diet viral karena ingin memperoleh hasil cepat. Padahal, penurunan berat badan tetap memerlukan proses yang konsisten dan berkelanjutan.
Menurut Tan, tidak ada satu bahan makanan atau minuman yang otomatis membuat berat badan turun apabila pola makan dan gaya hidup tidak diperbaiki. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan asupan gizi, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, dan pengelolaan stres.
Tan juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis terhadap konten kesehatan di media sosial. Ia menilai banyak informasi diet viral disampaikan tanpa penjelasan medis yang memadai sehingga berpotensi menyesatkan publik.
Olive Oil Lemon Shot Dinilai Bukan Solusi Instan Diet
Salah satu tren yang paling banyak dibahas ialah olive oil lemon shot. Campuran minyak zaitun dan lemon ini dipercaya sebagian pengguna media sosial dapat membantu detoks tubuh dan mempercepat pembakaran lemak.
Dokter keluarga asal North Carolina, Will Haas, menjelaskan minyak zaitun memang memiliki manfaat kesehatan karena mengandung lemak baik. Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Haas menambahkan konsumsi minyak zaitun secara langsung juga bisa memicu efek samping pada sebagian orang. Keluhan seperti mual, perut tidak nyaman, dan gangguan pencernaan dapat muncul jika dikonsumsi berlebihan.
Dokter Gizi Ingatkan Kandungan Kalori Minyak Zaitun Tetap Tinggi
Dokter spesialis gizi klinik RS Ciputra Citra Garden, Jovita Amelia, mengatakan minyak zaitun memang mengandung lemak tak jenuh tunggal yang lebih sehat dibandingkan lemak jenuh.
Meski begitu, ia mengingatkan minyak zaitun tetap memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Karena itu, konsumsi berlebihan tetap berisiko meningkatkan asupan energi harian.
Menurut Jovita, banyak orang salah memahami istilah “makanan sehat”. Ia menegaskan makanan sehat bukan berarti bisa dikonsumsi tanpa batas. Pengaturan porsi tetap diperlukan agar berat badan tetap terkontrol.
Ia menyarankan minyak zaitun digunakan sebagai bagian dari menu harian, seperti campuran salad atau olahan makanan lain. Cara tersebut dinilai lebih aman dibanding mengonsumsinya langsung sebagai shot demi mengejar hasil cepat.
Klaim Minuman Detoks Belum Didukung Bukti Ilmiah Kuat
Sejumlah laporan kesehatan internasional juga menyebut klaim detoks dari campuran minyak zaitun dan lemon belum terbukti secara ilmiah. Tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki sistem alami untuk membuang zat sisa melalui organ hati dan ginjal.
Para ahli menilai pola hidup sehat tetap menjadi cara paling efektif untuk menjaga berat badan ideal dalam jangka panjang. Diet ekstrem atau tren minuman viral biasanya hanya memberikan efek sementara apabila tidak dibarengi perubahan gaya hidup.
Karena itu, masyarakat disarankan lebih berhati-hati sebelum mengikuti tren kesehatan di media sosial. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap penting agar program penurunan berat badan berjalan aman dan sesuai kondisi tubuh.
Baca Juga “3 Idol KPop Cewek Ini Bantah Menjalani Diet Ekstrem, Banyak Hoaks?“