Cara Makan Seimbang Menurut Dokter untuk Membantu Mengurangi Perut Buncit
Perut buncit menjadi salah satu masalah yang sering dikeluhkan karena dapat memengaruhi penampilan dan berkaitan dengan pola hidup sehari-hari. Salah satu faktor yang berperan terhadap penumpukan lemak di area perut adalah kebiasaan mengonsumsi karbohidrat dan gula secara berlebihan.
Baca Juga “Dermaster Gizi, Slimming & Metabolic Center Resmi Dibuka, Tawarkan Program Diet Personal Berbasis Medis“
Spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa perubahan pola makan menjadi lebih seimbang dapat membantu mengelola berat badan dan mengurangi risiko penumpukan lemak tubuh.
Menurut dr. Yaze, masyarakat tidak harus menghilangkan jenis makanan tertentu sepenuhnya. Namun, pengaturan porsi dan pemilihan makanan yang lebih bernutrisi menjadi langkah penting untuk dilakukan secara konsisten.
Salah satu metode sederhana yang dapat diterapkan adalah mengikuti panduan “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan. Konsep ini membantu masyarakat mengatur komposisi makanan dalam satu kali makan agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
Aturan Isi Piringku Bantu Atur Porsi Makanan Harian
Dalam konsep Isi Piringku, setengah bagian piring diisi dengan sayur dan buah. Sementara itu, setengah bagian lainnya dibagi untuk makanan pokok dan lauk-pauk.
Dr. Yaze menjelaskan bahwa pembagian porsi sering kali dilakukan secara terbalik oleh masyarakat. Banyak orang mengisi sebagian besar piring dengan nasi atau sumber karbohidrat, sementara sayuran dan buah hanya mendapat porsi kecil.
“Setengah porsi itu dipenuhi dengan sayur dan buah, seperempatnya lagi baru nasi, misalnya lima sampai tujuh sendok, baru seperempatnya lagi itu lauk,” ujar dr. Yaze dalam sesi Live TikTok bersama detikHealth.
Menurutnya, lauk yang dikonsumsi dapat berasal dari berbagai sumber protein, seperti tahu, tempe, ayam, maupun daging. Pemilihan lauk dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Penerapan pola makan tersebut membantu tubuh memperoleh serat, protein, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan untuk mendukung metabolisme.
Batasi Konsumsi Karbohidrat dan Gula Berlebih
Selain mengatur komposisi makanan, dr. Yaze mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi karbohidrat dan gula tambahan secara berlebihan.
Asupan gula tinggi, terutama dari minuman manis, dapat meningkatkan jumlah kalori harian tanpa memberikan rasa kenyang yang cukup. Kebiasaan tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan jika tidak diimbangi aktivitas fisik.
Ia memberikan contoh pada kebiasaan mengonsumsi kopi. Masyarakat tetap dapat menikmati kopi, tetapi perlu memperhatikan tambahan gula maupun krimer yang digunakan.
Menurutnya, perubahan kecil seperti mengurangi jumlah gula secara bertahap lebih mudah dilakukan dibandingkan langsung menghilangkan kebiasaan tersebut.
Perubahan Pola Makan Sebaiknya Dilakukan Bertahap
Dr. Yaze menyarankan masyarakat melakukan penyesuaian pola makan secara perlahan agar lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Sebagai contoh, seseorang yang terbiasa mengonsumsi minuman dengan tambahan gula dalam jumlah besar dapat mengurangi porsinya secara bertahap.
“Bukan berarti nggak boleh, tapi kita kurangin porsinya. Misalnya biasanya 200 ml, minggu ini jadi 100 ml dulu. Pelan-pelan berubahnya,” kata dr. Yaze.
Menurutnya, proses perubahan kebiasaan membutuhkan waktu. Pendekatan bertahap dapat membantu seseorang beradaptasi tanpa merasa terlalu terbebani.
Setelah terbiasa mengurangi gula, pilihan minuman yang lebih sehat seperti kopi tanpa gula dapat mulai diperkenalkan.
Minuman Kekinian Tetap Bisa Dikonsumsi dengan Batasan
Dr. Yaze juga menyoroti konsumsi minuman kekinian yang umumnya mengandung gula cukup tinggi. Menurutnya, minuman tersebut tidak harus sepenuhnya dihindari.
Namun, frekuensi konsumsi perlu dibatasi agar tidak menjadi kebiasaan harian. Ia menyarankan minuman tersebut dikonsumsi sesekali, misalnya satu kali dalam seminggu.
Jika memungkinkan, satu minuman dapat dibagi bersama teman atau keluarga agar jumlah asupan gula dan kalori yang masuk ke tubuh tetap terkendali.
Pendekatan fleksibel seperti ini dinilai lebih realistis dibandingkan menerapkan aturan makan yang terlalu ketat.
Pola Makan Seimbang Jadi Kunci Mengelola Lemak Perut
Mengurangi perut buncit tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan atau metode diet tertentu. Perubahan pola makan secara menyeluruh menjadi faktor penting dalam menjaga berat badan.
Penerapan porsi makan seimbang, peningkatan konsumsi sayur dan buah, serta pembatasan gula tambahan dapat menjadi langkah awal yang mudah dilakukan.
Selain pola makan, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, dan gaya hidup sehat juga berperan dalam menjaga komposisi tubuh.
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut secara konsisten, masyarakat dapat mendukung kesehatan tubuh sekaligus membantu mengelola masalah perut buncit secara lebih efektif.
Baca Juga “Riset Terbaru Ungkap Diet Antiinflamasi Mampu Pangkas Risiko Demensia Hingga 29 Persen“