Dokter Ungkap Pola Makan Sehat untuk Menjaga Kolesterol Tetap Terkendali
Menjaga kadar kolesterol tetap stabil menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan, Susetyo Atmojo, menjelaskan bahwa perubahan pola makan dapat menjadi bagian utama dalam upaya mengendalikan kolesterol.
Baca Juga “Teh Diet Terbaik: Bakar Lemak, Perut Rata“
Menurut Susetyo, pola makan sehat tidak hanya berfokus pada mengurangi makanan tertentu, tetapi juga meningkatkan konsumsi makanan yang memberikan manfaat bagi tubuh. Asupan tinggi serat dari sayuran dan buah serta protein sehat dari ikan menjadi pilihan yang dianjurkan untuk mendukung kesehatan jantung.
Ia menilai masyarakat perlu lebih memperhatikan kualitas makanan sehari-hari karena kebiasaan makan memiliki pengaruh besar terhadap kadar kolesterol dalam darah.
Perbanyak Serat dan Pilih Ikan sebagai Sumber Protein
Susetyo menyarankan masyarakat memperbanyak konsumsi makanan kaya serat, terutama sayuran, buah-buahan, dan sumber pangan nabati lainnya. Serat dapat membantu menjaga keseimbangan kadar lemak dalam tubuh sekaligus mendukung kesehatan metabolisme.
Selain serat, ikan juga menjadi salah satu pilihan makanan yang direkomendasikan. Kandungan asam lemak omega-3 pada ikan diketahui memiliki manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Menurut Susetyo, kebutuhan omega-3 sebaiknya dipenuhi melalui sumber makanan alami sebelum mempertimbangkan penggunaan suplemen.
“Bagaimana dengan suplemen omega 3? Itu juga bagian dari modifikasi lifestyle yang dijual dalam bentuk produk. Yang sebenarnya kita bisa dapatkan lewat ikan kan,” ujar Susetyo dalam Health Talk bersama Daewoong Indonesia pada Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa konsumsi ikan secara rutin dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat yang lebih mudah diterapkan masyarakat. Pilihan ikan seperti salmon, tuna, dan sarden dapat menjadi sumber omega-3 yang mendukung fungsi jantung.
Cara Memasak Berpengaruh terhadap Kadar Kolesterol
Selain memilih bahan makanan, Susetyo menekankan pentingnya memperhatikan metode pengolahan makanan. Cara memasak dapat memengaruhi jumlah lemak tambahan yang masuk ke dalam tubuh.
Ia menyarankan masyarakat mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dengan banyak minyak. Sebagai alternatif, makanan dapat diolah dengan cara dikukus, direbus, atau dibakar.
Menurut Susetyo, makanan sehat tidak harus kehilangan cita rasa. Dengan teknik pengolahan yang tepat, masyarakat tetap dapat menikmati makanan lezat tanpa menambah terlalu banyak lemak jenuh.
Dokter yang juga merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut menilai perubahan sederhana dalam cara memasak dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Kurangi Lemak Tidak Sehat dalam Menu Harian
Pengendalian kolesterol tidak hanya berkaitan dengan menambah makanan sehat, tetapi juga mengurangi konsumsi makanan yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol buruk atau LDL.
Masyarakat dianjurkan membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan memilih sumber lemak yang lebih sehat. Keseimbangan komposisi makanan menjadi faktor penting agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi tanpa meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.
Penerapan pola makan sehat juga perlu dilakukan secara konsisten. Perubahan kebiasaan makan dalam jangka panjang akan lebih memberikan manfaat dibandingkan menjalankan pola diet ketat dalam waktu singkat.
Pola Makan Sehat untuk Kolesterol Mirip Diet Mediterania
Susetyo menyebut pola makan yang baik untuk menjaga kolesterol memiliki kemiripan dengan konsep diet Mediterania. Pola makan ini dikenal luas karena mengutamakan konsumsi makanan alami dengan kandungan nutrisi yang mendukung Cleveland Clinic, pola makan Mediterania mulai banyak diperhatikan setelah peneliti menemukan bahwa masyarakat di wilayah Mediter kesehatan jantung.
Diet Mediterania menekankan konsumsi makanan berbasis tumbuhan seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Pola ini juga menggunakan lemak sehat, terutama dari minyak zaitun.
Menurut Cleveland Clinic, pola makan Mediterania mulai banyak diperhatikan setelah peneliti menemukan bahwa masyarakat di wilayah Mediterania memiliki tingkat risiko penyakit jantung koroner yang lebih rendah pada pertengahan abad ke-20.
Makanan yang Umum dalam Diet Mediterania
Beberapa jenis makanan yang menjadi bagian dari pola makan Mediterania meliputi:
Sayuran, buah-buahan, dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Biji-bijian utuh seperti roti gandum dan beras merah.
Minyak zaitun extra virgin sebagai sumber lemak sehat.
Ikan kaya omega-3 seperti salmon, tuna, dan sarden.
Keju alami serta yoghurt dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.
Pola makan tersebut tidak hanya berfokus pada satu jenis makanan, tetapi mengutamakan keseimbangan nutrisi dari berbagai sumber. Pendekatan ini membuat diet Mediterania lebih mudah diterapkan sebagai gaya hidup dibandingkan sekadar program diet sementara.
Konsistensi Pola Makan Jadi Kunci Kesehatan Jantung
Menjaga kolesterol tetap terkendali membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurut Susetyo, masyarakat dapat memulainya melalui langkah sederhana seperti memperbanyak makanan berserat, mengonsumsi ikan, dan memilih metode memasak yang lebih sehat.
Selain pola makan, aktivitas fisik rutin, menjaga berat badan ideal, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung.
Dengan menerapkan pola makan seimbang yang mengutamakan makanan alami dan mengurangi konsumsi lemak tidak sehat, masyarakat dapat membantu menjaga kadar kolesterol sekaligus menurunkan risiko penyakit kardiovaskular di masa mendatang.
Baca Juga “Studi Terbaru: Obat Diet Ozempic Berpotensi Bikin Awet Muda? Ini Faktanya“