Endokrinolog Ungkap Penyebab Berat Badan Sulit Turun

Endokrinolog

Berat Badan Sulit Turun Meski Diet? Endokrinolog Jelaskan Faktor Penyebabnya
Penurunan Berat Badan Tidak Hanya Dipengaruhi Asupan Kalori

Banyak orang merasa telah menjalani diet dengan disiplin dan rutin berolahraga, tetapi angka di timbangan tidak menunjukkan perubahan signifikan. Kondisi ini sering membuat seseorang menganggap program diet yang dilakukan tidak berhasil.

Namun, penurunan berat badan sebenarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Selain jumlah kalori yang masuk dan keluar, tubuh juga dipengaruhi oleh kualitas makanan, keseimbangan hormon, kesehatan pencernaan, pola tidur, hingga tingkat stres.

Baca Juga “Diet Kaya Flavonoid Mampu Turunkan Risiko Kanker Payudara? Ini Temuan Studi!

Dokter spesialis endokrin, terapis, sekaligus ahli diagnostik klinis Olena Domanska menjelaskan bahwa proses menurunkan berat badan tidak dapat dilihat hanya dari satu aspek.

Menurutnya, banyak orang masih memahami pola makan sehat sebatas mengurangi porsi makan atau memilih makanan rendah kalori. Padahal, kebutuhan tubuh setiap individu berbeda sehingga tidak ada satu metode diet yang cocok untuk semua orang.

Kualitas Makanan Lebih Penting daripada Sekadar Menghitung Kalori

Domanska menjelaskan bahwa komposisi makanan memiliki peran besar dalam mendukung kesehatan metabolisme tubuh.

“Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak makanan yang dikonsumsi, tetapi juga komposisi, keberagaman, serta tingkat pengolahan makanan tersebut,” jelas Domanska.

Ia menilai pola makan sehat perlu memperhatikan keseimbangan nutrisi, bukan hanya membatasi jumlah makanan. Tubuh membutuhkan kombinasi protein, lemak sehat, karbohidrat kompleks, vitamin, dan mineral untuk menjalankan fungsi metabolisme secara optimal.

Karena itu, seseorang yang menjalani diet sebaiknya tidak hanya berfokus pada angka kalori harian. Pemilihan jenis makanan yang berkualitas juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan penurunan berat badan.

Kesehatan Mikrobioma Usus Berpengaruh terhadap Metabolisme

Salah satu faktor yang sering kurang diperhatikan dalam proses diet adalah kondisi mikrobioma usus. Mikrobioma merupakan kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan dan memiliki peran dalam proses pencernaan serta penyerapan nutrisi.

Menurut Domanska, keseimbangan mikrobioma dapat membantu tubuh mengolah makanan secara lebih efektif. Kondisi usus yang sehat juga mendukung berbagai fungsi metabolisme yang berhubungan dengan pengelolaan energi dalam tubuh.

Untuk menjaga keberagaman mikrobioma, ia menyarankan konsumsi makanan fermentasi alami, seperti sayuran fermentasi, sebagai bagian dari pola makan harian yang seimbang.

Sebaliknya, konsumsi makanan ultra-proses secara berlebihan dapat berdampak pada keseimbangan mikroorganisme di dalam usus. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan metabolik seseorang dalam jangka panjang.

Pola Tidur dan Stres Juga Memengaruhi Berat Badan

Selain makanan dan kesehatan pencernaan, faktor gaya hidup lain juga dapat memengaruhi keberhasilan diet. Kualitas tidur yang buruk dan tingkat stres tinggi dapat mengganggu keseimbangan tubuh.

Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Sementara itu, stres berkepanjangan dapat memengaruhi kebiasaan makan serta proses metabolisme.

Karena itu, program penurunan berat badan tidak hanya membutuhkan perubahan pola makan. Pengelolaan stres, waktu istirahat yang cukup, dan aktivitas fisik yang konsisten juga perlu menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

Pemeriksaan Medis Diperlukan Jika Berat Badan Tidak Berubah

Domanska menegaskan bahwa berat badan merupakan hasil dari interaksi banyak faktor. Kondisi hormonal, tingkat aktivitas fisik, kualitas tidur, stres, hingga masalah kesehatan tertentu dapat memengaruhi respons tubuh terhadap diet.

Apabila berat badan tidak mengalami perubahan meski seseorang sudah menjalani pola hidup sehat dalam waktu yang cukup, pemeriksaan medis dapat menjadi langkah yang tepat.

Konsultasi dengan dokter membantu mengetahui kemungkinan faktor yang menghambat penurunan berat badan. Dengan begitu, strategi yang diterapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing individu.

Diet Seimbang Menjadi Kunci Pengelolaan Berat Badan Jangka Panjang

Menurunkan berat badan bukan sekadar mengikuti tren diet tertentu atau melakukan pembatasan makanan secara ekstrem. Pendekatan yang lebih berkelanjutan membutuhkan kebiasaan sehat yang diterapkan secara konsisten.

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak sayuran dan buah, memilih sumber protein yang tepat, menjaga aktivitas fisik, serta memperbaiki kualitas tidur menjadi bagian penting dalam menjaga berat badan.

Dengan memahami bahwa tubuh bekerja melalui banyak faktor yang saling berhubungan, seseorang dapat menjalani program penurunan berat badan secara lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhan kesehatan jangka panjang.

Baca juga “Peneliti FK UNDIP terlibat “World Diet Initiative”, bersama Peneliti di 12 negara Kaji Diet Tradisional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *