Ubi Cream Cheese Viral, Apakah Aman untuk Diet?

Ubi Cream Cheese

Ubi Cream Cheese Viral, Dokter Ingatkan Risiko Kalori dan Gula Berlebih

Ubi cream cheese tengah ramai diburu sebagai camilan viral di media sosial. Perpaduan ubi yang lembut dengan cream cheese gurih membuat makanan ini dianggap lebih sehat dibanding dessert berbahan tepung atau gula tinggi. Namun, dokter mengingatkan konsumsi ubi cream cheese tetap perlu dibatasi agar tidak memicu asupan kalori berlebih.

Meski ubi dikenal kaya serat, vitamin, dan karbohidrat kompleks, tambahan cream cheese dan gula dapat meningkatkan kandungan lemak serta total kalori dalam camilan tersebut. Karena itu, masyarakat disarankan tetap memperhatikan porsi makan dan frekuensi konsumsi, terutama bagi yang sedang menjalani program diet atau memiliki penyakit tertentu.

Baca Juga “Tren Diet Ekstrem Berbahaya di Kalangan Remaja, Suntik Peptida demi Berat Badan Turun Instan

Porsi Ubi Cream Cheese Sebaiknya Tidak Berlebihan

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum menjelaskan bahwa ubi pada dasarnya dapat menjadi sumber karbohidrat pengganti nasi. Namun, porsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian setiap individu.

Menurutnya, konsumsi ubi sekitar 100 hingga 150 gram dalam sekali makan masih tergolong wajar untuk sebagian besar orang. Jumlah tersebut setara dengan satu porsi nasi sebagai sumber karbohidrat utama.

“Porsi wajar sebenarnya ubi ini pengganti nasi. Jadi seporsi nasi sekitar 100-150 gram tergantung kebutuhan kalori total orang tersebut per hari,” ujar dr Tjandraningrum.

Ia menambahkan bahwa ubi memiliki kandungan serat yang cukup baik untuk membantu rasa kenyang lebih lama. Selain itu, ubi juga mengandung vitamin A, vitamin C, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Meski demikian, manfaat tersebut dapat berkurang jika ubi dikombinasikan dengan topping tinggi gula dan lemak dalam jumlah berlebihan. Penggunaan cream cheese, susu kental manis, gula tambahan, atau saus manis dapat meningkatkan total kalori camilan secara signifikan.

Pengidap Diabetes dan Penyakit Jantung Perlu Lebih Waspada

Dokter juga mengingatkan bahwa tidak semua orang bisa bebas mengonsumsi ubi cream cheese. Beberapa kelompok dengan kondisi kesehatan tertentu perlu lebih berhati-hati terhadap kandungan gula, garam, dan lemak dari cream cheese.

Menurut dr Tjandraningrum, pengidap diabetes, hipertensi, stroke, hingga penyakit jantung sebaiknya membatasi konsumsi camilan tersebut. Kandungan lemak dan sodium pada cream cheese dapat meningkatkan risiko kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.

“Kalau yang mengidap diabetes, stroke, hipertensi, atau penyakit jantung, sebaiknya penggunaan cream cheese ini dihindari atau dikurangi,” katanya.

Selain itu, pasien diabetes juga perlu memperhatikan indeks glikemik makanan yang dikonsumsi. Meski ubi termasuk sumber karbohidrat yang lebih baik dibanding makanan ultra-proses, tambahan gula dan topping manis tetap dapat memengaruhi kadar gula darah.

Konsumsi Camilan Viral Tetap Perlu Dibatasi

Fenomena makanan viral sering membuat masyarakat tergoda untuk mengonsumsinya secara rutin. Padahal, camilan dengan tambahan topping tinggi gula dan lemak tetap berisiko meningkatkan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.

Dr Tjandraningrum menyarankan ubi cream cheese cukup dikonsumsi sesekali agar asupan kalori tetap terkendali. Ia menilai frekuensi konsumsi satu kali dalam seminggu atau dua minggu masih tergolong aman bagi sebagian besar orang sehat.

“Misalnya ubi cream cheese bisa dikonsumsi seminggu sekali atau dua minggu sekali. Yang penting tetap bisa menikmati tanpa menjadikannya rutinitas,” ujarnya.

Ahli gizi juga mengingatkan bahwa keberhasilan diet tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan tertentu. Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, kualitas tidur, dan pengendalian stres tetap menjadi faktor utama dalam menjaga berat badan ideal.

Ubi Tetap Bernilai Gizi Jika Diolah dengan Lebih Sehat

Di balik tren ubi cream cheese, ubi sebenarnya termasuk bahan pangan lokal dengan nilai gizi cukup baik. Ubi mengandung karbohidrat kompleks yang dapat menjadi sumber energi sekaligus membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

Selain itu, ubi juga kaya beta karoten yang berperan sebagai antioksidan alami untuk menjaga kesehatan mata dan daya tahan tubuh. Kandungan seratnya juga dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan jika dikonsumsi dalam jumlah seimbang.

Agar lebih sehat, ubi dapat diolah tanpa tambahan gula dan topping berlebihan. Metode memasak seperti dikukus atau dipanggang dinilai lebih baik dibanding dicampur saus manis dan krim tinggi lemak.

Tren makanan viral memang menarik untuk dicoba, tetapi masyarakat tetap perlu bijak dalam memilih dan mengatur porsinya. Dengan pola konsumsi yang seimbang, camilan seperti ubi cream cheese masih dapat dinikmati tanpa mengganggu kesehatan tubuh maupun program diet jangka panjang.

Baca Juga “Benny Blanco Ungkap Diet Selena Gomez: Mirip Anak 5 Tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *